Ada orang yang sudah tahu. Sudah lama tahu. Sudah berkali-kali bicara. Tapi tidak ada yang bergerak, sampai orang lain datang dari luar, menyampaikan hal yang sama, dan tiba-tiba semua orang mengangguk seperti baru menerima wahyu. Yang lebih aneh: tidak ada yang sadar ini janggal. Bahkan tidak ada yang malu.

Guru yang dua puluh tahun mengajar tahu persis di mana sistemnya rusak, tapi rekomendasinya menunggu di laci. Staf pelaksana yang sudah melihat pola kegagalan ini berulang tiga kali menulis laporan yang diarsip, bukan dibaca. Kemudian konsultan datang, mewawancarai orang yang sama, membaca angka yang sama, lalu menyampaikan kesimpulan yang sudah ada dalam bahasa berbeda dengan slides lebih rapi. Tiba-tiba itu disebut temuan strategis. Organisasi membayar ratusan juta dan merasa puas😎

Ini bukan kebodohan, karena kebodohan lebih mudah dimaafkan. Ini adalah sistem yang bekerja dengan sangat efisien untuk menghancurkan kepercayaan pada pengetahuan dari dalam. Semakin seseorang tahu, semakin ia belajar diam, karena bicara tidak mengubah apa pun dan hanya melelahkan. Kita menyebutnya budaya, seolah dengan memberi nama kita bisa melepas tanggung jawab. Nama yang lebih jujur adalah hukuman yang terstruktur🙌

Orang yang paling dalam memahami masalah punya peluang paling kecil untuk didengar, bukan karena tidak kompeten, tapi karena kedekatannya justru membuatnya tampak biasa. Yang jauh terasa bernilai. Yang dekat terasa usang🧐

Ironi terberatnya bukan bahwa kita tidak mendengar orang dalam. Ironi terberatnya adalah kita tahu ini terjadi, kita mengeluhkannya di koridor dan grup WhatsApp, lalu kembali ke rapat berikutnya dan melakukan hal yang sama. Perubahan dari luar tidak punya akar di dalam dan layu setelah honor dibayarkan. Karena mendengar orang sendiri ternyata membutuhkan sesuatu yang jauh lebih mahal dari uang: keberanian mengakui bahwa jawabannya sudah ada sejak lama, dan kita yang memilih tidak melihatnya🙏

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *