
Di ujung sebuah desa di Kalimantan, seorang petani membakar sisa jerami setelah panen. Bukan karena ia tidak tahu jerami itu bisa bernilai, ia tahu benar. Tapi tidak ada yang pernah datang menjelaskan caranya, atau memberinya hak untuk ikut menentukan.

Di tempat lain, di kota besar, di pabrik, di pasar luar negeri, orang lain mengolah bahan serupa menjadi produk senilai puluhan kali lipat. Inilah wajah nyata bioeconomy hari ini: sistem yang bertumpu pada alam dan kerja komunitas lokal, tapi hampir seluruh nilainya mengalir ke tempat lain.

Bukan karena petani itu tidak mampu. Tapi karena sistem ini tidak pernah dirancang untuk memberinya tempat di meja untuk bersama merancangnya.

Humanity Centered Design, adalah upaya untuk mengubah mekanisme ini, dimulai dari satu pertanyaan: Untuk siapa sebenarnya sistem ini dirancang? Pendekatan ini dimulai dengan urutan yang berbeda. Biasanya dimulai dari peluang pasar atau target produksi & kemudian komunitas lokal masuk belakangan, sebagai penerima manfaat atau latar foto laporan.

Nah, framework ini beda, ia dimulai dari orang yang paling jarang didengar: petani yang tanahnya menjadi bahan baku, ibu-ibu pengolah hasil hutan, nelayan yang tahu perubahan laut lebih dini dari siapapun.
Dari sana, prosesnya menelusuri ke mana nilai mengalir dan di mana ia berhenti, untuk menemukan bukan sekadar apa yang perlu diperbaiki, tapi mengapa masalah yang sama terus kembali meski sudah ada regulasi dan investasi.
Dalam praktiknya, HCD++ menggeser tiga hal yang selama ini dianggap wajar.
1. Keberhasilan tidak lagi diukur dari besarnya produksi, tapi dari berapa banyak nilainya yang kembali ke komunitas sumber.
2. Keterlibatan komunitas tidak lagi berarti hadir dalam sosialisasi program yang sudah jadi, tapi ikut menyusunnya sejak awal.
3. Dan solusi tidak lagi dicari dengan mendorong angka naik, tapi memahami mengapa komunitas terus tertinggal di sistem yang tidak bisa berjalan tanpa mereka.
Petani di Kalimantan itu mungkin tidak pernah mendengar kata HCD++, Tapi kalau suatu hari ada yang datang menanyakan pendapatnya sebelum program dimulai, bukan sesudah, ia akan tahu bahwa sesuatu akan lebih baikš
Lets Co-create!




No comment yet, add your voice below!