Kalimat yang paling sering membunuh ide di ruang rapat justru terdengar paling masuk akal. Coba brainstorming, tapi yang realistis ya”

Satu kalimat itu memaksa otak mengerjakan dua hal yang saling meniadakan. Menghasilkan kemungkinan menuntut penilaian ditunda, sementara mencari yang realistis menuntut penilaian dijalankan lebih awal. Hasilnya bisa ditebak, yaitu ide aman yang sebenarnya sudah ada di SOP tahun lalu, hanya dengan nama baru.

Sejak Guilford membuka bidang ini pada 1950, temuan yang berulang justru tidak nyaman bagi banyak pemimpin. Kreativitas bukan bakat yang kebetulan dimiliki sebagian orang di tim kita, melainkan cara beroperasi yang bisa dirancang. Karena itu membagi tim menjadi si kreatif dan si analitis adalah kesalahan struktural, sebab yang menentukan hasil adalah mode berpikir yang sedang dipakai dan siapa yang mengatur perpindahannya.

Pengaturan itulah pekerjaan seorang pemimpin. Hari untuk menghasilkan ide dipisahkan dari hari untuk menilainya. Keputusan besar perlu diberi jeda semalam, sebab inkubasi terbukti memperbaiki kualitas pemecahan masalah secara konsisten (Sio & Ormerod, 2009).

Sisanya soal langkah pertama. “Kami akan koordinasi” masih berhenti sebagai wacana, sementara X menelepon lima client hari Selasa pukul sepuluh sudah menjadi eksekusi.

Yang menahan semua praktik itu agar tidak runtuh adalah rasa aman. Tim paling inovatif adalah tim yang merasa paling aman mengutarakan ide mentah dan mengakui kegagalan tanpa takut dipermalukan (Edmondson, 1999). Respons pertama kita ketika seseorang melaporkan kesalahan akan menentukan apakah inovasi di unit kita hidup atau mati.

Praktik kecil mana yang bakal kamu mulai bersama tim minggu ini?

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *