
Dalam pelatihan Lembaga Kemahasiswaan Se-Untan bersama IBT Untan, kami membahas bagaimana program kemahasiswaan disusun.

Biasanya, Raker dibuka dengan “tahun ini bikin acara apa?”, “targetnya berapa peserta?”, “anggaran dari mana?”. Akhir tahun rapi: seminar, lomba, dokumentasi estetik. Tapi yang berubah dari mahasiswa yang kita layani? Samar. Inilah Activity-Trap; mayoritas ormawa terjebak.

Pengurus sibuk menyiapkan event, kejar anggaran; yang berubah hanya daftar nama yang bisa bantu melengkapi “pengalaman organisasi” di CV.

Dalam upaya membuat program, pertanyaan pertama itu bukan “bikin acara apa”, tapi “mau bantu siapa, dan kebutuhan fungsional, sosial, emosional apa yang harus terpenuhi”. Empati.

Kemudian pastikan punya kerangka tiga lapis ini biar ngga sering ketuker dan harus jadi orientasi dalam melaksanakan setiap proker;

🚀 Output; sertifikat, plakat, foto, realisasi anggaran. Sifatnya permukaan, habis acara hilang. Di bawahnya
🚀 Outcomes: transformasi internal; Cara Berpikir baru yang ditopang Skills, Knowledge, Values, Tools (SKVT). & yang paling dalam;
🚀 Impact: ekosistem ketika tiap angkatan merasa sejahtera dan tetap berlanjut meski kita selesai.

Kemudian bagaiman cara menyentuh lapisan paling dalam? Ormawa perlu skillful merancang program dengan metode Backward Design. Mulai dari membayangkan Visi (kondisi dimana para lulusan di masa depan), kemudian detailkan SVKT yang diperlukan, dan kemudian turunkan jadi aktivitas. Ingat ya, Backward🥳

Soal berikutnya kapasitas organisasi.
Banyak pengurus burnout menggerakkan semua angkatan sekaligus. Difusi inovasi jelas: fokuskan energi pada 15% teratas yang punya bibit penggerak. Biarkan mereka jadi jembatan menarik mayoritas. Begitu pula: 100 mahasiswa sendiri-sendiri tetap 100, tapi 100 yang terhubung kuat, saling rujuk magang, beasiswa, lowongan, dampaknya eksponensial.
Pengurus perlu serius berhenti bikin proker silo satu per satu, mulailah rancang ekosistem antar-angkatan, jurusan, alumni. Identitasnya bergeser: bukan jadi EO kampus, rapi arsitek ekosistem kampus. Tugas arsitek bukan cari proker biar keliatannya banyak kegiatan, tapi mencari masalah yang layak diselesaikan🚀





No comment yet, add your voice below!